Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso dan Mie Ayam Juga Berhenti Jualan

  • Share
Salah satu pedagang bakso di bilangan Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur. (Foto: Urbanjabar.com/Muhammad Sofyan)

Urbanjabar.com, Kota Bekasi – Mayoritas pedagang bakso di Kota Bekasi berhenti berjualan selama dua hari, terhitung mulai Jumat, 22 Januari 2021, ini hingga Sabtu besok.

Ketua Asosiasi Pedagang Bakso dan Mie Ayam (APMA) Kota Bekasi, Ragil Kasuda, menjelaskan dia dan rekan-rekannya terpaksa berhenti berjualan karena langkanya ketersediaan daging di pasaran.

Kondisi ini diakibatkan oleh adanya aksi mogok berjualan para pedagang daging dan rumah potong hewan (RPH) di tengah kenaikan harga.

“Kami dari APMA Kota Bekasi bukannya ikut demo atau mogok berjualan, cuma karena terkena imbasnya, akhirnya kami libur juga kebanyakan,” kata Ragil kepada urbanjabar.com.

Ragil Kasuda mengatakan, para penjual bakso dan mie ayam berencana kembali berjualan pada Minggu, 24 Januari,mendatang, menyesuaikan waktu mogok berjualan yang dilakukan para pedagang daging dan pengelola RPH.

Dia pun berharap masalah yang menyebabkan kenaikan harga daging di pasaran bisa segera teratasi agar para pedagang dan RPH bisa kembali beroperasi serta hal serupa tidak terjadi lagi karna ini sangat berdampak pada anggota kami.

“Libur mulai hari ini sampai Sabtu, kemungkinan Minggu sudah bisa jualan seperti biasa. Mudah-mudahan apa yang dimau oleh RPH diakomodir oleh pemerintah, supaya sama-sama enak lah,” kata Ragil.

“Umpamanya masalah ini tidak diakomodir dengan serius akan ada lanjutan (aksi mogok berjualan). Otomatis kami mau enggak mau libur lagi. Mudah-mudahan jangan,” demikian dia.

Untuk diketahui, jumlah kebutuhan daging sapi di Kota Bekasi mencapai 15 Ton lebih per hari. Ini membuat kebutuhan yang besar ini harus diselesaikan dengan serius.

Sejumlah pedagang daging sapi di pasar Kota Bekasi, Jakarta, Depok, dan Tangerang melakukan aksi mogok berjualan selama tiga hari yang dilakukan mulai Rabu, 20 Januari, hingga menunggu harga daging normal.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes kenaikan harga daging dari para pemasok. Aksi mogok berjualan berlangsung seiring dengan terbitnya surat edaran dari Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) yang mengimbau para pedagang maupun RPH di sejumlah wilayah menghentikan aktivitasnya.

 

(bks)
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *