Pro-Kontra Vaksin Sinovac di Tengah Warga Kota Bekasi

  • Share
Warga yang diwawancarai mengenai vaksin Sinovac oleh Urbanjabar.com, Minggu, 24 Januari 2021. Atas: Rimah, Bawah ki-ka: Hanita, dan Ashari. (Foto: Urbanjabar.com/Muhammad Sofyan)

Urbanjabar.com, Kota Bekasi – Sebanyak 14.060 vaksin Sinovac telah diterima Pemerintah Daerah Kota Bekasi. Kini sejumlah tenaga kesehatan di Kota Bekasi telah mendapat vaksinasi pada tahap pertama.

Pro-kontra terhadap vaksinasi tumbuh di tengah masyarakat, terutama perihal Sinovac, vaksin asal Cina yang belum uji klinis tahap ketiga.

Meskipun orang nomor satu di Kota Bekasi, Rahmat Effendi, telah menerima vaksin pada 15 Januari 2021, hal itu tak begitu memengaruhi minat dan pandangan masyarakat terhadap vaksinasi covid-19.

Hanita, warga Bekasi, mengaku tidak yakin dengan vaksin sinovac ataupun vaksin lainnya, dirinya tidak mau menjadi kelinci percobaan pemerintah, terlebih dia mengatakan banyak melihat penolakan terhadap vaksin oleh pejabat tinggi, sehingga membuat dirinya semakin ragu bahkan tidak percaya.

“Di TV banyak kita nonton anggota DPR masih nolak, bahkan sampe ada yang rela jual mobil karena tidak mau divaksin,” ucap warga Kaliabang itu.

Sementara Rimah, juga warga Kaliabang Bahagia, berpendapat belum percaya terhadap vaksin Sinovac karena takut terhadap efek sampingnya.

 

Baca juga: Tenaga kesehatan di Puskesmas Seroja jalani vaksinasi

Berbeda dengan Hanita, Ashari mengaku siap divaksin. Dia berpendapat vaksin Sinovac aman digunakan setelah melihat presiden dan pejabat tinggi lainnya telah menerima vaksin tersebut.

Sementara Afif, warga Harapan Indah, berpendapat vaksinasi adalah solusi pemerintah dalam mengakhiri situasi pandemi.

“Kalau takut, ragu wajar saja tapi jangan sampai berlebihan. Kita semua berharap pandemi segera berakhir dan vaksin menjadi solusi mengakhiri pandemi di Indonesia dan Bekasi Khususnya,” demikian dia.

 

(msn)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *