Penegak Hukum Diminta Selidiki Proyek Pamsimas di Semua Desa Kabupaten Bekasi

  • Share
Penegak Hukum Diminta Selidiki Proyek Pamsimas di Semua Desa Kabupaten Bekasi (1)
Kondisi Pamsimas di Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Tampak bangunan Pamsimas berdiri di tengah kebun dan tak semua bangunan gedung dicat. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Lembaga penegak hukum diminta turun menyelidiki proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) 3  tahap II Tahun Anggaran 2019 di Kabupaten Bekasi yang menelan anggaran sekitar Rp4,4 miliar di 18 desa.

Pasalnya, proyek nasional itu diduga tak berjalan optimal untuk masyarakat,  padahal satu Pamsimas jika dibagi 18 desa, bisa menghabiskan sekitar 245 juta.

“Terkait keberadaan Pamsimas, kami menduga jika tidak optimal dan diharapkan masyarakat, artinya kurang berfungsi, jelas ini ada kejanggalan. Kami dari Kompi mendesak aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas,” kata Ketua Umum Komite Masyarakat Peduli Indonesia (Kompi) Ergat Bustomi kepada awak media, Kamis, 28 Januari 2021.

Jika melihat fisik bangunan, Ergat menduga anggaran tersebut terlalu besar jika hanya membuat bangunan pamsimas.

Penegak Hukum Diminta Selidiki Proyek Pamsimas di Semua Desa Kabupaten Bekasi (sisipan) (1)
Pamsimas tahun anggaran 2017 di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. (Foto: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)

“Kalau dibagi hampir 250 juta. Uang 250 juta kalau dibangun rumah cukup lumayan. Kalau cuma penampungan air seperti itu, ya dibawah 200 juta,” kata dia.

Ergat mencontohkan seperti Pamsimas di Desa Cibening yang diduga tidak berfungsi optimal. Jika melihat fisik bangunan diyakini anggaran tidak mencapai 200 juta.

“Kalau saya lihat di Desa Cibening, bangunan itu belum selesai dan tidak mungkin habis Rp250 jutaan. Kalaupun jadi tidak mungkin habis segitu, kepolisian dan kejaksaan harus segera mengambil tindakan, minimal kroscek. Jangan sampai udah dianggarkan tapi tidak maksimal,” tuturnya.

Ergat juga menjelaskan status tanah harus ada kejelasan, jangan sampai menjadi polemik ketika bangunan sudah jadi.

Sebelumnya: Pamsimas Desa Cibening didduga tak berfungsi optimal

“Itu lahan siapa, apakah masyarakat, atau pemerintah. Kalau punya masyarakat, ini seperti apa? Jangan sampai nanti misalnya masyarakat, ketika butuh ingin dijual, itu seperti apa?” tegas dia.

Sebelumnya diberitakan, keberadaan bangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), di Desa Cibening, Kecamatan Setu menjadi sorotan. Pasalnya bangunan tersebut tidak berfungsi optimal.

Pantauan awak media, bangunan pamsimas yang berada di Kampung Cigebang itu tampak tidak terawat dan terkesan terbengkalai.

Dikonfirmasi warga setempat mengaku pamsimas itu belum berjalan optimal dan tidak tahu mendetail mengapa belum berfungsi.

“Jarang berfungsi, karena mungkin belum ada yang ngurusin, bangunan mah memang dah jadi. Kami harap segera difungsikan agar bisa memberikan dirasakan warga program itu,” kata dia.

(bks)

banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *