Audiensi Dengan KPAI, Raya Indonesia Bahas Urgensi Iklan Rokok Sampai Pentingnya Revisi PP 109/2012

  • Share

Urbanjabar.com, Jakarta – Komisioner KPAI bidang Hak Sipil dan Pratisipasi Anak Jasra Putra bertatap muka melalui zoom meeting dengan Rumah Kajian dan Advokasi Kerakyatan Indonesia (RAYA Indonesia), bersama jejaring Tembakau Cotrol (TC) lainnya (Rabu, 27/01/2021). Audiensi tersebut membahas terkait masifnya tayangan iklan rokok di internet, terlebih lagi 90% anak-anak Indonesia di masa pandemi covid-19 ini tengah melakukan pembelajaran model daring, sehingga anak-anak dikhawatirkan dapat terpapar rokok akibat bujuk rayu iklan rokok tersebut.

Hal yang kemudian mengemuka dalam diskusi itu dan menjadi poin penting pembahasannya adalah tidak kunjung selesainya revisi PP 109/2012. Padahal upaya ini terus disorong untuk dilakukan segera oleh pemerintah karena dianggap dapat meredam tingginya peningkatan prevalensi perokok anak.

Pada kesempatan itu, Jasra Putra mengatakan bahwa di tahun 2020 kemarin, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) secara resmi telah menyampaikan kepada DPR tentang urgensitas revisi PP 109, “Kami berharap rekomendasi-rekomendasi yang kami usulkan dapat mempercepat revisi PP 109 ini sehingga segera terselesaikan termasuk juga RUU Penyiaran yang sekarang sedang menjadi prolegnas prioritas tahun 2021.

Lebih lanjut, Jasra menjelaskan terkait hal ini sebenarnya KPAI pun sudah bersurat kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan kemudian diteruskan Kemenkes kepada Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) tentang kebijakan pelarangan iklan di internet, tapi sepertinya dari Kominfo belum meresponnya sehingga perlu didorong bersama agar Kominfo dapat mengeksekusi terkait larangan iklan pada media internet yang pengawasannya masih sangat longgar, dan ini menjadi peluang besar bagi para industri rokok untuk mengiklan kan produknya.

Dalam diskusi tersebut ketua TCSC-IAKMI Sumarjati Arjoso, juga menanggapi, bahwa sebetulnya Jaringan Tembakau Control juga sudah beberapa kali membuat diskusi dengan pihak Kominfo tentang pelarangan iklan rokok di internet, namun Kominfo mengatakan harus ada surat permintaan dari Kemenkes ke Kominfo tentang pelarangan iklan tersebut. Sayangnya RUU penyiaran menjadi prolegnas prioritas saat ini pun belum bias didorong untuk dibahas karena sampai sekarang belum terbentuk Panja-nya.

Sebetulnya jika semua Kementrian menyadari bahwa RPJMN 2021-2024 menjadi target pemerintah maka salah satu upaya yang harus segera dilakukan adalah menghapus semua bentuk iklan rokok di semua platform media termasuk internet.

Direktur RAYA Indonesia Hary Chariansyah, SH., MH. Mengatakan “upaya revisi PP 109 yang di lakukan kemarin di tahun 2020 sepertinya tidak terlalu serius di tanggapi oleh pemerintah, sehingga terkesan berputar-putar di tempat. Jaringan Tobaco Control berharap kepada KPAI sebagai lembaga Negara dapat menjadi corong untuk mengingatkan pemerintah bahwa rokok, beserta iklan dan seponsornya dapat membahayakan bagi masyarakat khususnya anak-anak. “Seharusnya pemerintah juga menyadari bahwa di masa pandemi ini rokok dapat mempercepat penyebaran covid-19”.

Menutup diskusi Jasra Putra, menegaskan bahwa komitmen KPAI tetap sama dengan lembaga jaringan Tobaco Control lainnya, yakni ‘Zero Iklan Rokok di Indonesia’. Ke depannya KPAI memiliki dua agenda besar yakni Pembahasan RUU Penyiaran yang sudah menjadi Prolegnas prioritas tahun 2021 bersama DPR, yang mana KPAI berjanji akan ‘all out’ melakukan uapaya pelarangan segala bentuk iklan di media internet termasuk mendorong segera dilakukan revisi terhadap PP 109 tahun 2012.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *