Kronologi Kasus Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah di Tambun

Ronny Triono, korban, menunjukkan laporan polisi yang dibuat pada 30 Januari 2021. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Dugaan penipuan bermodus minyak goreng murah memakan sejumlah korban di Bekasi, salah satunya adalah Ruddy Triono, warga Tambun Utara.

Ruddy mengalami kerugian hingga sekitar Rp1,8 miliar sejak berurusan dengan LM yang mengaku sebagai orang yang mampu memberi pasokan minyak sayur dan gula kemasan dengan harga di bawah pasaran.

Ruddy tidak sendiri, ibunya juga mengalami hal yang sama dengan total kerugian Rp250 juta, dan kakaknya sekira Rp900 juta. Terlapornya sama, yaitu LM yang tercatat sebagai warga Desa Setiamekar, Tambun Selatan.

Pada awalnya transaksi Ruddy dengan LM berjalan lancar, memasuki akhir Desember dan awal Januari 2021, transaksi dengan wanita yang selalu menggunakan nama anaknya itu mulai macet.

Iming-iming promosi akhir dan awal tahun menjadi senjata LM untuk meyakinkan Ruddy agar yakin. Dia bertemu LM pertama kali pada 16 Desember 2020.

“Kita pesan sampailah di angka Rp1 miliar per 2 hari. Mulai 25 Januari 2021 mulai agak macet pengiriman. Kita pesan 3.000 dia hanya kirim 1.000. Kita pesan 1.000 dia hanya kirim 700,” ucap Ruddy di gudang logistik miliknya di Tambun Utara, Kamis, 4 Februari 2021.

“Terakhir 28 Januari hari Kamis malam dia minta tarik dana Rp700 juga lagi untuk memanfaatkan promo yang ada. Tanggal 28 hampir tarik Rp720 juta,” kata dia.

Singkat cerita, pada 29 Januari 2021 tak ada barang yang terkirim sama sekali. Padahal LM sempat menjanjikan barang sampai usai salat Jumat. As truk yang patah menjadi alasan LM. Padahal, hari itu konsumen Ruddy pun sudah menunggu barang pesanan.

“Dia minta saya selesaikan sisa pembayaran dan minta di-transfer. Bicara dia mulai tinggi dan sempat ancam mau hangusin uang saya yang masuk,” papar dia.

LM berani memasang harga di bawah pasar saat menawarkan rudi, dia bahkan pernah menawarkan minyak sayur Rp100.000 per kerat, isi 6 botol kapasitas 2 liter). Untuk gula LM juga berani memberikan harga Rp200.000 per karton dengan isi 24 bungkus kemasan 1 kilogram.

Hari itu juga, ponsel LM pun tak aktif. Ruddy mengeluarkan semua barang di gudang dan tersisa 4 konsumen yang belum mendapat barang. Bagai jatuh tertimpa tangga, Ruddy yang kehilangan uang Rp1,8 miliar juga harus menanggung utang kepada konsumen sebesar Rp800 juta.

Ruddy segera melaporkan kasus itu ke Polres Metro Bekasi Kota pada 30 Januari 2021 dengan laporan bernomor STPL/251/K/I/2021/SPKT/RestroBekasiKota.

(bks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here