Dikhawatirkan Terdapat Limbah Berbahaya, Penimbunan Tanah di Depan Kantor Desa Cibening Harus di Kroscek

Ketua Ormas Oi Kabupaten Bekasi, Abdul Rohman, saat meninjau ke lokasi gundukan tanah yang tepat berada di seberang Kantor Desa Cibening, Kecamatan Setu, baru-baru ini. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan ESDM Jawa Barat diminta untuk turun mengkroscek gundukan tanah di Jalan Amanraden yang berada persis didepan Kantor Desa Cibening, Kecamatan Setu.

Pasalnya, diketahui selain diduga menyerobot lahan desa. Gundukan tanah yang tidak jelas peruntukannya itu dikhawatirkan terdapat Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) dilahan sekitar 1,7 hektar.

“Kemarin saya sudah kroscek. Terdapat gundukan tanah, namun tekstur tanah berbeda dari tanah merah biasa. Tanah licin dan klimis, seperti terdapat bekas minyak. Harus dicek lebih mendalam oleh dinas terkait dan aparat,”kata Aktivis Lingkungan, Abdul Rohman.

Anehnya, proyek itu tidak diketahui oleh pemerintah desa dan diduga tidak berijin,”Ini kan aneh, ada proyek seluas itu tapi tidak berijin kedesa?. Semua rekomendasi ijin itu kan dari desa,”ucap dia.

Pria yang akrab disapa Dego ini mengkhawatirkan tempat itu untuk penampungan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) atau penambangan sehingga lingkungan terancam rusak.

“Pengelolaan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) ataupun penampungan bahan pertambangan harus memiliki ijin resmi. Tidak boleh sembarang menjalankan usaha agar lingkungan tidak rusak,”paparnya.

Sebelumnya ramai diberitakan, proyek penimbunan tanah urug di Desa Cibening, Kecamatan Setu diduga menyerobot jalan umum desa. Tembok pembatas digeser tanpa sepengetahuan pihak desa.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cibening mengatakan proyek tersebut diduga untuk penimbunan tanah urug tanpa seizin dari pihak pemerintahan desa Cibening.

“Ya, tembok pembatas dibongkar dan digeser sudah sekitar 10 meter pengerjaan yang memakan bahu jalan. Itu jalan lingkungan milik desa,”kata Anton kepada awak media.

Anton mengaku sudah mengkroscek ke pemdes dan memastikan proyek tersebut tidak melaporkan ke pemerintahan desa,”Tidak ada laporan, infonya buat penimbunan tanah urug,”ujar dia.

Pria yang juga Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Setu ini sudah meminta proyek dihentikan sementara,”Sudah kita stop, akan diadakan rapat dengan pemdes untuk langkah selanjutnya,”ujar dia.

 

(bks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here