Sempat Diberhentikan Wagub, Galian Tanah Ilegal di Kertarahayu Sekarang Lanjut Lagi

Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat, Wagub Jabar Segel Pertambangan Tanah di Desa Kertarahayu 1
(Ilutrasi) Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum melihat dua ekskavator yang digunakan pelaksana pertambangan untuk mengeruk tanah, Kamis, 16 Juli 2020. (Foto: Urbanjabar.com)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Galian tanah merah diduga ilegal di Desa Kertarahayu mulai beroperasi kembali. Padahal desa itu merupakan penerima program Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) mewakili Kabupaten Bekasi.

Selain itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul sudah menutup galian ilegal dan menegaskan tidak boleh ada lagi pertambangan ilegal di desa wisata itu. galian didufa ilegal itu berada di Kampung Nawit.

Usut punya usut, pimpinan proyek galian itu juga sama dengan lokasi galian ilegal yang ditutup wagub di Kampung Ciloa.

“Iya, sudah berjalan kurang lebih seminggu,” kata salah satu masyarakat sekitar yang tak ingin menyebut namanya.

Aktivits Lingkungan Hidup, Abdul Rohman diminta komentarnya mengatakan artinya pengusaha tidak memperhatikan himbauan pemerintah.

Sempat Diberhentikan Wagub, Galian Tanah Ilegal di Kertarahayu Sekarang Lanjut Lagi
Galian tanah yang berada di Kertarahayu, Maret 2021.

“Waktu itu kita kawal penutupannya. Kalau buka lagi dengan orang yang sama berarti memang pengusaha itu membandel,” ucapnya.

Pria yang juga ketua Ormas Oi Kabupaten Bekasi ini menjelaskan perlu efek jera untuk pengusaha galian yang membandel beroperasi tanpa ijin.

“Tidak ada efek jera membuat pengusaha bandel melawan hukum dan pemerintah,” tuturnya.

Ia mengaku sudah meninjau lokasi, dalam waktu dekat akan segera melaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Polda Metro Jaya.

“Harus dilaporkan, karena pertambangan ilegal dapat mengrusak lingkungan. Aturan dibuat untuk dijalankan, jika melanggar ya harus ditindak hukum,” tegasnya.

(bks)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here