Pengusaha Galian C Tak Indahkan Permintaan Setop Operasional dari Kecamatan

  • Share
Pengusaha Galian di Kertarahayu
Pengusaha galian di Kampung Nawit, Kertarahayu, Kecamatan Setu, Rabu, 25 Maret 2021. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Pengusaha galian c di Desa Kertarahayu tidak mengindahkan instruksi Camat Setu  Joko Dwijatmoko untuk memberhentikan aktivis pertambangan ilegal. 

Pasalnya, meski sudah dikirim surat resmi ke pengusaha, aktivitas galian ilegal masih berjalan seperti biasa. Pengusaha leluasa mengeruk tanah dari desa penghijauan itu. 

“Ya,  pasca dikirim surat oleh Camat Setu,  aktivitas galian ilegal masih beroperasi,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kertarahayu, Jumat (26/3/2021). 

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera mengambil tindakan. 

“Camat kan sudah berkirim surat, kami berharap  langkah tegas DLH dan Pol PP yang mempunyai kewenangan penutupan,” kata Dedi. 

Kecamatan Setu secara resmi meminta penghentian kegiatan pertambangan melalui surat Nomor 300/143/Trantib bertanggal 22 Maret 2021. Surat itu langsung dialamatkan kepada pengusaha pertambangan.

“Di alenia terakhir meminta untuk menempuh perizinan dari provinsi, Bang. Selama belum mendapat izin tidak untuk melakukan galian,” ucap Camat Setu Joko Dwijatmoko saat di wawancarai, Senin (22/3/2021) malam. 

Dia mengatakan surat itu telah dikirimkan kepada pengusaha galian yang bersangkutan, termasuk pengelola pertambangan itu. 

Dengan surat itu, dia berharap agar pengusaha pertambangan tidak membandel dan memenuhi izin yang diperlukan untuk suatu usaha pertambangan. (dil)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *