Masjid di Setu Wajib Terapkan Prokes saat Ibadah Ramadan

pengurus masjid setu harus terapkan prokes saat ibadah ramadan
Ketua DMI Kecamatan Setu, Kiai Habibi Somad memberikan tausiah pada kegiatan tarhib Ramadan di Gedung SKB, Kecamatan Setu, Kamis, 8 April 2021. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)
DEWAWEB

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Ramadan akan tiba dalam kurun waktu sepekan. Tahun ini, meski pandemi covid-19 belum usai, pemerintah mengizinkan kegiatan salat tarawih berjemaah.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Setu, Kiai Haji Habibi Somad, menjelaskan para pengurus masjid harus tetap mengikuti aturan Kemenag dan MUI Kabupaten Bekasi.

“Harus tetap melaksanakan prokes. Tetap pakai masker, dan maksimal 50 persen kapasitas yang ada,” ucap dia sewaktu diwawancarai usai Tarhib Ramadan di Gedung SKB, Kecamatan Cikarang Barat, Kamis, 8 April 2021.

Dia juga meminta para pengurus masjid menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada pelaksanaan ibadah, misalkan pencurian.

“Sudah kita sampaikan (sosialisasi kepada DKM di Setu) hal-hal itu,” kata dia.

Untuk wilayah RT di luar zona hijau, pihaknya mengatakan masih boleh menggelar salat tarawih berjemaah.

“Tetap boleh, harus ikuti prokes. Nanti ada pemantauan khusus dari pihak Satgas Covid-19 ketika di wilayah. Apalagi zona merah,” ucap dia.

Di Setu, berdasarkan data DMI Setu, ada 115 masjid di 11 desa.

Sementara itu Camat Setu, Joko Dwijatmoko, menjelaskan sudah berkoordinasi dengan kapolsek untuk program pada bulan Ramadan.

Dia bersama unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimcam) berniat menggelar sejumlah program seperti subuh keliling, magriban bersama, dan tarawih keliling.

Di Setu, kata Joko, kasus covid-19 sudah mereda. Mayoritas RT sudah berstatus zona hijau.

“Imbauan MUI bisa (gelar tarawih) zona kuning, dan oranye, tetapi prokesnya harus super ketat. Laporan teraru, kasus covid-19 kita sudah kecil,” katanya.

Dia berpesan meskipun masjid berada pada zona hijau tetapi harus tetap menerapkan prokes.

Soal kegiatan yang biasanya digelar saat Ramadan seperi sahur on the road (SOTR), hal itu tetap dilarang.

“Kegiatan seperti itu memang niatnya cari pahala, tetapi SOTR memang tidak boleh. Kalau mau bikin teknis sebetulnya supaya ga ada kerumunan,” demikian dia. (bks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here