Kasus Pemalsuan yang Seret Nama Kades Tamanrahayu Kini Ditangani Kejari Cikarang

Permakaman di wilayah RW 03 Desa Tamanrahayu yang menjadi sengketa. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Kasus pemalsuan yang menjerat Kades Tamanrahayu berinisial AW, beserta pejabat desa berinisial AR, IF, dan SAP.

Berkas perkara tersebut sudah lengkap pada 22 Maret 2021, dan telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Cikarang oleh Polres Metro Bekasi.

Salah seorang warga Tamanrahayu yang enggan membeberkan identitasnya membenarkan hal tersebut.

Dia mengatakan, selain kepala desa, tersangka lainnya adalah oknum BPD atas kasus dugaan pemalsuan dokumen.

“Iya bener Bang, sudah P-21. Namun belum ditahan (para tersangka. Hari ini juga dipanggil kadesnya,” ucap warga itu, Kamis, 15 April 2021.

AW dan 3 tersangka lainnya dilaporkan oleh Gunawan yang mengklaim sebagai ahli waris tanah permakaman.

Laporan polisi itu dibuat pada 13 Desember 2018 dengan LP/1106/687-SPKT/K/XII/2018/Restro Bks.

Dugaan kasus itu berlangsung pada Agustus 2018 di Kampung Serang, RT 003 RW 03, Desa Tamanrahayu, Kecamatan Setu.

Status tanah makam belum inkrah

Problem akibat kasus itu adalah warga RW 02, dan RW 03 tak dapat memakamkan di lahan permakaman tersebut.

Orang yang mengklaim sebagai ahli waris diduga melarang warga memakamkan di situ. Padahal, menurut cerita dia, tanah itu sejak lama digunakan sebagai pemakaman umum.

“Pemakaman gak boleh sama dia (orang yang mengaku sebagai ahli waris pemilik lahan, Red),” kata dia.

Akhirnya, terpaksa mereka memakamkan jenazah di tempat yang jauh dari rumah.

Soal status, lahan sengketa itu belum memiliki kekuatan hukum yang tetap lantaran perkara belum dibawa ke ranah pengadilan.

“Kita ingin sebenarnya ini dibawa ke pengadilan. Jadi jelas siapa, supaya gak sengketa lagi. Tapi pihak sana (desa) gak mau, ahli waris juga gak mau,” kata dia.

Menurut informasi yang beredar, di atas lahan seluas 20.000 meter persegi itu akan menjadi rest area Tol Cimanggis-Cilincing.

 

 

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *