Kerap Disebut di Persidangan Kasus Pemalsuan Abdul Wahid, Siapa Nanta Johan?

  • Share

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi-Kuasa Hukum Abdul Wahid, Taufik Hidayat Nasution telah melakukan somasi kepada Nanta Johan untuk segera mengembalikan sisa uang yang diterima dalam kasus pemalsuan oleh terdakwa Kepala Desa Taman Rahayu, Abdul Wahid dan tiga rekannya.

Pasalnya, dalam perdamaian itu, salah satu persyaratan ialah Abdul Wahid harus memberikan uang kompensasi sebesar 600 juta kepada pelapor Gunawan, Wahid sudah menyerahkan sebesar 410 juta dan sisanya kepada Nanta Johan yang mewakili Gunawan.

Taufik mengatakan, Nanta Johan sudah memberikan tanda tangan dengan atas nama Nanta Johan atau Gunawan,”Kami sudah lakukan somasi kepada Nanta Johan,”kata dia.

Faktanya, Gunawan menegaskan tidak pernah menerima uang sisanya sebesar 190 juta, padahal uang itu sudah diserahkan ke Nanta Johan,”Akibat merasa tidak pernah menerima sisanya, saudara Gunawan tetap melanjutkan laporannya,”ucap dia.

Ia juga berharap, Nanta Johan segera dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan. Menurut dia keberadaan Nanta Johan penting untuk membuka kebenaran terkait duit 190 juta itu.

“Klien kami sudah menjalankan perjanjian, seperti penerbitan SPPT sesuai dengan regulasi, namun ternyata tidak terdaftar,”ucap dia.

190 juta itu, dikatakan dia diserahkan oleh kliennya ke Nanta Johan, begitu juga saat 410 juta Nanta Johan menjadi saksi penyerahan uang itu.

Dari uang sejumlah itu, kades menyerahkan Rp410 juta pada 1 Juni 2020 dengan disaksikan oleh beberapa saksi, seperti di Encep, Ahmad Repa’i, dan Sukri Andriana di rumah Haji Kusnadi yang disebut masih berkerabat dengan Abdul Wahid. Saat itu Gunawan hadir bersama Nanta Johan.

Awak media berupaya, mengkonfirmasi ke Nanta Johan namun tidak direspon. berdasarkan informasi Nanta Johan merupakan mantan staf Desa Tamansari semasa kepala Desa M Gedoy dan pernah jadi Caleg Perindo dan berdomisili di Desa Tamansari.(sti)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *