Dana Bansos untuk Masyarakat Jadi Objek Korupsi

  • Share
dana bansos untuk masyarakat
Ilustrasi pemberian bansos secara simbolis. (Foto: Kemensos.go.id)

Urbanjabar.com – Dana bansos untuk masyarakat Indonesia seharusnya membuat untung masyarakat malah bikin buntung.

Seperti yang diketahui, baru-baru ini Penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan, adanya dugaan korupsi bansos yang nilai proyeknya mencapai 100T.

Yang lebih mengejutkannya lagi dana yang sangat besar ini ternyata operasi tangkap tangan yang baru diungkap di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Kemungkinan besar kasus serupa juga terjadi di seluruh daerah di Indonesia dengan pola yang sama sehingga perlu penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Novel.

“Ini kasus yang mesti diteliti lebih jauh. Kasus ini nilainya puluhan triliun. Bahkan saya rasa seratus triliun nilai proyeknya dan ini korupsi terbesar yang saya pernah perhatikan,” sambung Novel kepada CNN Indonesia, Senin 17 Mei 2021.

Novel mengatakan bahwa kasus ini sudah masuk ke dalam proses sidang, namun ia belum dapat memastikan karena kasus ini perlu penelitian lebih lanjut.

Tentu saja ini menjadi pembicaraan yang membuat geram masyarakat Indonesia, bahkan menjadi trending topik di twitter.

Beberapa akun besar dari politikus hingga dokter turut meramaikan pembicaraan ini hingga mendapat ratusan bahkan ribuan retweet dari pengguna twitter.

Dana bansos untuk masyarakat yang awal mulanya Rp600.000 diubah menjadi Rp300.000 dan dibagikan untuk 1.041.905 warga DKI Jakarta.

Dana ini pula yang menjadi tumpuan untuk banyaknya keluarga yang terdampak pandemik Covid-19.

Tak heran jika pemberitaan ini menjadi pusat perhatian dan tak sedikit pula pemberitaan ini membuat masyarakat geram selain dana ini adalah penghidupan masyarakat, korupsi pula adalah kejahatan yang mutlak.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *