Gak Ada Gunanya Ngaku Terkena Penyakit Mental Supaya Dianggap Keren

  • Share
Gak Ada Gunanya Ngaku Terkena Penyakit Mental Supaya Dianggap Keren
Ilustrasi. (Foto: Andrew Neel dari Pexels)

Urbanjabar.comSekarang ini sudah banyak orang yang sering melabeli dirinya terkena penyakit mental agar terlihat keren, tren ini disebut dengan romantisasi kesehatan mental.

Dengan adanya hal ini, banyak orang yang minta dimaklumi ketika mereka melakukan kesalahan karena mereka merasa terkena penyakit mental.

Berbeda dengan zaman dahulu, orang-orang yang memiliki masalah kesehatan mental cenderung dikucilkan di masyarakat.

Mayoritas orang dulu selalu beranggapan bahwa orang yang memiliki gangguan kesehatan mental berarti gila.

Nyatanya, kurangnya edukasi akan kesehatan mental hanya membuat kita menduga-duga yang aneh-aneh.

Jika dulu kesehatan mental dianggap tabu, maka kini mendapat banyak perhatian. 

Tak sedikit pula masyarakat Indonesia yang memiliki pemahaman yang cenderung menyesatkan tentang hal ini. Kondisi ini semakin diperburuk dengan adanya tren meromantisisasi kesehatan mental.

Mungkin kamu pernah dengar atau baca kalimat seperti ini di media sosial.

Gue kan bipolar, ngertiin dong.”

Gila keren banget gue punya anxiety.”

Gue kalo lagi capek suka self-harm tau.”

Sedepresi-depresinya gue nggak pernah tuh sampe mabuk.”

Kata-kata di atas merupakan contoh dari romantisasi kesehatan mental.

Jangan lupa follow Instagram dan like Facebook kita, ya!

Bukan perkara remeh, lo!

Gak Ada Gunanya Ngaku Terkena Penyakit Mental Supaya Dianggap Keren 02
Ilustrasi. (Foto: Pixabay dari Pexels)

Romantisasi kesehatan mental sangatlah berbahaya. Karena hal tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak menghargai orang-orang yang sedang berjuang mengobati penyakit mental mereka.

Padahal memiliki masalah kesehatan mental itu adalah hal serius yang tidak patut untuk dibercandakan.

Apabila seseorang memiliki kecanduan meromantisasikan kesehatan mental, tanpa sadar ia membentuk kepribadian menjadi pengeluh dan suka cari perhatian publik.

Cemas karena suatu hal bukan berarti kamu punya anxiety. Punya mood yang berubah-ubah bukan berarti kamu mengidap bipolar. Sedih karena sesuatu bukan berarti kamu punya depresi.

Mental illness bukanlah ajang untuk keren-kerenan atau bangga-banggaan. Berhenti menggunakan mental illness sebagai alasan untuk semena-mena pada orang lain.

Ingat! Jika kamu merasa mengidap suatu hal, segera temui ahli bisa psikolog atau psikiater karena hanya mereka yang bisa memberikan diagnosis dan penanganan secara tepat. Bukan dengan tes atau sekedar mencocokkan diri dengan apa yang kamu lihat di internet.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *