Ricuh Karena Pengeras Suara Masjid di Tangerang, Pahami Aturannya Terlebih Dulu

  • Share
Ricuh Karena Pengeras Suara Masjid di Tangerang, Ada Aturan dari Kemenag
Ilustrasi. (Foto: Konevi dari Pexels)

Urbanjabar.comBaru-baru ini terjadi ricuh karena pengeras suara masjid, dimana salah satu warga di kompleks Perumahan Illago di Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, memprotes tentang pengeras suara di masjid.

Peristiwa itu diabadikan dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun @aboutsinjay di instagram, Jumat, 19 Mei 2021.

Dalam video tersebut juga terlihat ratusan orang terlibat ricuh karena pengeras suara masjid dan saling dorong.

Sebenarnya, penggunaan pengeras suara telah diatur oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Berdasarkan Surat Edaran dari Kementerian Agama RI Nomor B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08/2018 tentang Pelaksanaan Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor: KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushalla (pdf). Berikut Aturan Penggunaan Pengeras Suara:

Aturan Umum

  • Pengeras suara luar digunakan untuk azan
  • Pengeras suara dalam digunakan untuk doa dengan ketentuan tidak meninggikan suara
  • Diutamakan menggunakan suara yang merdu, fasih, dan tidak meninggikan suara

Waktu Salat Subuh

  • Sebelum subuh boleh menggunakan pengeras suara paling awal setidaknya 15 menit sebelum waktunya
  • Pembacaan Al-Qur’an menggunakan pengeras suara keluar
  • Azan waktu subuh menggunakan pengeras suara keluar
  • Salat subuh, kuliah subuh dan sebagainya menggunakan pengeras suara ke dalam

Waktu Salat Asar, Magrib, dan Isya

  • 5 menit sebelum azan disarankan untuk membaca Al-Qur’an
  • Azan dengan pengeras suara keluar dan ke dalam
  • Setelah azan, hanya menggunakan pengeras suara ke dalam

Waktu Salat Zuhur dan Jumat

  • Saat 5 menit menjelang zuhur dan 15 menit menjelang salat Jumat, diisi dengan bacaan Al-Qura’n yang ditujukan ke luar, demikian pula azan
  • Salat, doa, khutbah, dan pengumuman menggunakan pengeras suara ke dalam

Waktu Takbir Tarhim dan Ramadhan

  • Takbir Idulfitri ataupun Iduladha dengan pengeras suara keluar
  • Tarhim zikir tidak menggunakan pengeras suara sedangkan Tarhim doa dengan pengeras suara ke dalam
  • Saat bulan Ramadan siang dan malam hari, bacaan Al-Qur’an menggunakan pengeras suara ke dalam

Waktu Upacara Hari Besar Islam dan Pengajian

  • Pengajian dan Tablig hanya menggunakan pengeras suara ke dalam. Kecuali pengunjung atau jemaahnya meluber hingga keluar

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *