Sengketa Sistem COD dan Penyebabnya Terus Terjadi

  • Share
Sengketa Sistem COD
Ekspresi kebingungan. (Foto: Monstera dari Pexels)

Urbanjabar.com – Kurir pengantar paket terlebih sistem COD alias cash on delivery atau bayar di tempat harus ekstra bersabar apabila menemui konsumen yang tak paham aturan main. Karena, sengketa sistem COD dapat saja menimpa mereka.

Banyak konsumen mengira bahwa si kurir mengantarkan barang langsung dari si penjual. Padahal, penjual terlebih dahulu mengantarkan barang yang akan dikirim kepada jasa pengiriman.

Lantas, bagaimana pihak e-commerce menanggapi hal ini? Apa mereka tidak mengedukasi pelanggan, atau memang pelanggan yang tak mengedukasi dirinya?

Kepala Kebijakan Publik Shopee Indonesia, Radityo Triatmoho, mengungkapkan untuk memastikan keamanan seluruh metode pembayaran, pihaknya secara rutin mengedukasi pengguna mengenai cara melakukan pembelian menggunakan layanan COD.

Kemudian, External Communications Senior Leader Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya selaku  menegaskan, pembeli dapat melakukan pengembalian sebelum melakukan pembayaran kepada Mitra Kurir apabila pengguna belum membuka paket.

Dan dapat pula pembeli membuka barang bila sudah membayar lalu menukarkan barang yang dirasa tidak sesuai kepada penjual melalui Pusat Resolusi dalam jangka tujuh hari.

Sayangnya banyak video beredar beberapa pembeli yang memilih metode COD, namun setelah mereka menerima paket dan membukanya mereka tidak mau membayar.

Tak jarang mereka memaki kurir paket yang mengantarkan merasa barang yang diantar tidak sesuai dengan keinginan.

Bahkan ada satu kasus kurir paket merasa trauma setelah mengantarkan paket dikarenakan si pembeli tak mau membayar walau pun sudah membuka paket.

Kurir paket menjelaskan tak dapat mengembalikan paket yang sudah dibuka dan mewajibkan pembeli untuk membayar, ngotot dan tak terima si pembeli menodongkan pistol kepada kurir dan menyuruh kurir untuk membawa paket kembali.

Apa memang benar kurang baca jadi penyebabnya?

Mulai adanya kembali metode COD di online shop ini membuat para pembeli ingin mencoba metode tersebut karena dianggap lebih mudah dan praktis.

Tetapi banyak yang menyalahartikan bahwa bila barang yang diantar tidak sesuai dengan kemauan pembeli dapat menolaknya dan mengagalkan transaksi.

Melihat video-video tersebut netizen berkomentar bahwa pembeli kurang berliterasi sebelum melakukan proses membeli dalam metode COD.

Banyaknya kasus sengketa sistem COD bukannya mengedukasi masyarakat malah semakin banyak kasus bermunculan mengenai kurir paket yang dimaki-maki dengan kejadian yang sama.

Semoga dengan bermunculannya kasus ini kebijakan mengenai COD dapat diperbaharui sehingga kasus yang sama tidak terulang kembali.


Sebagian sumber artikel: Kompas.com

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *