Uang Damai Diterima, Tapi Kasus Dilanjutkan: Catatan Sidang Perkara Pemalsuan

Kasus Dilanjutkan
Ketua Tim Kuasa Hukum Terdakwa, Taufik Hidayat Nasution. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Sidang keenam perkara pemalsuan Kepala Desa Tamanrahayu Abdul Wahid dan rekan berlangsung singkat. Terdakwa tak membawa satu pun saksi yang meringankan (ad de charge) pada kesempatan tersebut, Selasa, 25 Mei 2021.

Meski demikian, Kuasa Hukum Terdakwa, Taufik Hidayat Nasution, menjelaskan tak masalah karena yang penting menurut dia bukan kuantitas saksi, tetapi kualitasnya.

Saksi terakhir yang meringankan terdakwa adalah Roy Komarudin, mantan menantu Abdul Wahid, yang menyaksikan penyerahan uang itu.

“Yang penting kualitas kesaksian. Itu yang paling pertama dikuatkan dengan adanya kwitansi serta ada perjanjian damai yang ditandatangani Saudara Gunawan,” kata Taufik usai sidang.

Kwitansi yang dimaksud Taufik adalah kwitansi penerimaan uang total Rp600 juta yang diberikan dalam 2 tahap. Tahap pertama Rp410 juta pada 1 Juni 2019 diterima oleh Gunawan didampingi Nanta Johan, tahap kedua Rp190 juta sepekan setelahnya diterima Nanta Johan yang mewakili Gunawan.

Follow juga medsos kita: Instagram dan Facebook

“Kami tidak akan tinggal diam. Kami optimis, karena yang dilihat intinya uang damai sudah diterima dengan janji, dan iming-iming perkara selesai,” ucapnya.

Agenda sidang pekan depan adalah pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Dia mengaku akan melihat komposisi surat tuntutan yang diajukan JPU.

“Kita mungkin akan mengajukan klemensi atau pembelaan. Agar berkeadilan bagi klien kami,” kata dia.

“Yang pasti, dalam perkara ini sudah ada perdamaian. Saudara Gunawan sudah terima Rp600 juta kenapa dibantah. Kenapa klien kami dibohongi?” ucap dia.

Soal penyangkalan Gunawan yang hanya merasa menerima Rp410 juta, Taufik menyoroti kejanggalan di mana Gunawan tidak menagih sisa uang itu. Dia berpendapat, meski penerimaan Rp190 pada tahap kedua diwakili Nanta Johan, tetapi uang itu sampai kepadanya.

Pada kesempatan itu hadir keempat terdakwa, Abdul Wahid, Ahmad Repai, Irfan Firmansyah, dan Supri Andriana. Sidang ini dipimpin oleh Hakim Ketua Candra Ramadhani.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *