Harap Waspada, Banyak Investasi Bodong Berbalut Agama

Harap Waspada, Banyak Investasi Bodong Berbalut Agama (2)
Investasi cari cuan, bukan boncos. (Foto: Anna Nekrashevich from Pexels)

Urbanjabar.com – Pernahkah Urbaners tertarik dengan investasi yang berlabel syariah? Bagi yang mencoba menghindari riba, label syariah tentu jadi senjata pamungkas. Tak heran banyak investasi bodong berbalut agama.

Embel-embel syariah pada investasi bodong berbalut agama mampu menarik banyak orang. Dengan niat baik, mereka pun berharap pilihannya dapat membawa keuntungan, dan juga berkah.

Tak sedikit kasus investasi macam ini terjadi, kerugian korban bahkan mencapai puluhan miliar dengan kuantitas korban mencapai ribuan orang. Mencengangkan, bukan?

Kenapa sih embel-embel syariah seolah jadi magnet?

Pakar Marketing, Yushowady, mengatakan investasi berbalut agama sangat mudah menarik perhatian karena diajak melalui pendekatan secara emosional dan spritual terlebih lagi dengan orang yang dikenal.

Ia pun mengatakan investasi berkonsep agama atau syariah dinilai bagus apabila tidak memiliki niat untuk menipu para investor. Namun, hal itu dapat terjadi apabila pengelolaannya tidak benar.

Kasus yang telah terjadi

Pada tahun 2020, Kepolisian telah menangkap investasi bodong yang menjanjikan fasilitas properti syariah yaitu Kampoeng Kurma Group.

Menurut pihak kepolisian, Kampoeng Kurma Group menawarkan 4.208 kavling dan masing-masing kavling akan diberikan bonus pohon kurma.

Tidak itu saja, penjual juga dengan berani menjanjikan akan mendirikan sebuah pesantren, masjid, arena olahraga, kolam renang dan fasilitas lainnya.

Follow: Instagram @urbanjabarcom dan Facebook Urbanjabar

Tragisnya korban mencapai 2.000 orang dan sebagian besar korban tidak mendapatkan kavling maupun fasilitas yang dijanjikan.

Perusahaan tersebut diketahui sudah mengantongi Rp 333 miliar dari hasil penjualan kavling. Berdasarkan laporan Kampoeng Kurma Group telah tersebar di beberapa kabupaten.

Terbaru, pihak kepolisian menangkap pelaku investasi ilegal E-Dinar Coin (EDC) Cash pada April 2021.

Harap Waspada, Banyak Investasi Bodong Berbalut Agama
Ilustrasi. (Foto: Pixabay via Pexels)

CEO EDCCash yaitu Abdulrahman Yusuf bersama lima orang rekannya telah ditangkap polisi atas laporan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang.

Dari hasil penyitaan terdapat 14 mobil, uang tunai dalam pecahan Hongkong, Zimbabwe, Iran dan Mesir. Berdasarkan penulusuran terdapat 57.000 anggota berinvestasi di EDCCash.

Dengan asumsi awal penyidik memperkirakan pengelola EDCCash setidaknya sudah mengantongi uang sebanyak Rp 285 miliar.

Dari laporan kepolisian, diketahui EDCCash akan meminta menyetorkan uang Rp5 Juta sebagai modal investasi kepada setiap anggota baru yang ingin bergabung.

Selain itu anggota baru dijanjikan akan mendapat keuntungan 0,5 persen per hari atau 15 persen per bulan. Namun, bukannya mendapat untung malah mendapat rugi.

Maka dari itu sangat penting sebelum memilih investasi alangkah baiknya mencari tahu profil dan sejarah lembaga investasi tersebut dan memastikan dengan benar karena sebagus apapun jika pengelola tidak memiliki keahlian maka investasi akan berakhir rugi.

 

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *