Inilah Alasan Kenapa Orang Kaya Suka Simpan Uang di Bank Swiss

simpan uang di bank swiss
Gedung UBS (Foto: Szabo Viktor via Pexels)

Urbanjabar.comBank Swiss termasuk salah satu bank yang banyak disebut di media. Banyak para elit dunia, pebisnis, politisi, artis, mafia dan koruptor gemar simpan uang di Bank Swiss ini.

Tidak ada satu bank tertentu yang menjadi “Bank Swiss”. Namun, ada dua bank besar, yakni Swiss Credit Suisse dan UBS.

Ada juga beberapa bank lain yang digunakan untuk menyimpan uang di Swiss yang sebagian besar hanya beroperasi di Eropa, misalnya Pictet, Lombard Odier, Raiffeisen, Julius Baer (beberapa di antaranya juga berkantor di pusat keuangan global (seperti New York, Singapura, dan Hong Kong).

Bank Swiss dipercaya sangat ketat akan kerahasiaan identitas nasabah. Di Swiss sendiri pemberian identitas nasabah merupakan suatu pelanggaran hukum dan dapat ditindak pidana.

Hal inilah yang membuat orang-orang dari berbagai dunia bebondong-bondong simpan uang di bank Swiss.

Selain menjaga kerahasiaan nasabahnya, negara yang kerap disebut sebagai “The Grandfather of The World’s Tax Havens” ini masuk dalam daftar negara dengan pajak terendah di dunia bahkan terdaftar juga sebagai negara bebas pajak yang sering digunakan orang untuk menghindari pajak di negaranya sendiri.

Ikuti Instagram @urbanjabar dan Facebook Urbanjabar

Bank ini juga memiliki tanggung jawab penuh atas akun nasabahnya, jika terjadi sesuatu pada akun nasabah yang disebabkan oleh bencana atau faktor lainnya, bank akan mengembalikan uang nasabah sepenuhnya.

Franc Swiss, mata uang Swiss, juga merupakan salah satu mata uang paling stabil di dunia karena hampir tidak pernah mengalami inflasi.

Saat ini, negara Indonesia yang diwakili oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly dan Swiss, telah menandatangani perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) antara Republik Indonesia dan Konfederasi Swiss pada 4 Februari 2019 di Bernerhof Bern.

Dalam perjanjian tersebut, terdapat 39 pasal yang mengatur bantuan hukum terkait penelusuran, pembekuan dan penyitaan harta benda akibat kejahatan yang dilakukan oleh orang Indonesia.

Oleh karena itu, dengan adanya MLA diharapkan setiap orang Indonesia yang memiliki dana atau aset di bank Swiss dapat dilacak dan membuka pintu bagi pemerintah untuk menarik aset tersebut, jika ada tanda-tanda aset tersebut diperoleh dari tindak kejahatan.

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *