Sinetron Zahra Panen Kecaman Netizen Karena 2 Hal Ini

  • Share
Sinetron Zahra Panen Kecaman Netizen Karena 2 Hal Ini
Salah satu adegan yang menuai kontroversi. (Foto: Video.com)

Urbanjabar.com – Sinetron Suara Hati Istri: Zahra yang tayang di Indosiar sukses mencuri perhatian warganet. Eits, tunggu dulu, mencuri perhatian di sini berarti Zahra panen kecaman netizen.

Dalam sinetron tersebut Lia Chiarachel atau Zahra berperan sebagai istri ketiga dari Pak Tirta yang diperankan oleh Panji Saputra.

Tak jarang adegan suami istri yang diperankan Zahra dan Pak Tirta menjadi sorotan. Sontak sinteron ini menjadi perbincangan netizen dan menjadi trending topik di Twitter selama dua hari.

Netizen berkomentar walaupun dalam karakter sinetron Lia Chiarachel diplot berusia 17 tahun, namun tetap saja adegan itu tidak layak diperankan oleh anak berusia 15 tahun. Apalagi selisih umur dengan lawan aktornya adalah 24 tahun.

Ikut Urbanjabar di medsos berikut: Twitter | Instagram | Facebook

Di Twitter netizen beramai-ramai melaporkan sinetron tersebut ke KPI dengan format yang sesuai. Mereka ingin agar sinetron tersebut tidak ditayangkan kembali karena mereka menganggap bahwa jalan cerita sinetron tersebut mewajarkan tindakan pedofil dan poligami.

Sinetron Zahra Panen Kecaman Netizen Karena 2 Hal Ini
Lia Chiarachel, pemeran Zahra. Masih 14 tahun. (Foto: Instagram)

Namun hingga saat ini pihak KPI maupun Indosiar belum secara resmi berpendapat atau pun membuka suara mengenai hal ini.

KPI Sorot Tajam

Dikutip dari Kompas, Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah mengatakan, akan menindak tegas kepada program siaran yang tidak mematuhi P3 & SPS apa lagi menyangkut perlindungan kepada anak-anak dan remaja.

Nuning juga berpesan untuk pihak produksi untuk menaati aturan-aturan yang ada.

“Jangan sampai diberi peran-peran yang akan berpengaruh secara negatif bagi tumbuh kembang dan psikologis anak,” ujar dia.

Jalan cerita dan pemeran sinetron harus dievaluasi, terkait dengan pemeran Zahra yang baru berusia 15 tahun dan beperan sebagai istri, Nuning menilai ini sebagai bentuk stimulasi pernikahan usia dini yang itu bertentangan dengan program Pemerintah.

“Karena lembaga penyiaran justru harus mendukung upaya Pemerintah menekan angka pernikahan di bawah usia dewasa yang masih tinggi di Indonesia,” Ujar Nuning.

Tetapi saat ini pihak KPI belum secara resmi menyampaikan kepada pihak rumah produksi, karena sedang melakukan kajian atas muatan dan sinyalemen pemeran sinetron Zahra yang masih anak-anak.

Nuning mengatakan pihak KPI akan memberikan tindakan yang sesuai kepada rumah produksi setelah dilakukannya kajian pada program sinetron tersebut, namun ia belum memberikan kepastian kapan teguran tersebut diberikan.

Kontorversi Zahra panen kecaman netizen ini semestinya menjadi pelajaran berharga bagi dunia penyiaran Indonesia. Agar, anak yang belum cukup umur tak menerima peran di luar usianya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *