Uang Damai dan 4 Hal Lainnya Ringankan Abdul Wahid dan Rekan

  • Share
Uang Damai dan 4 Hal Lainnya Ringankan Abdul Wahid dan Rekan
Suasana persidangan perkara Abdul Wahid dan rekan di PN Cikarang, Kamis, 3 Juni 2021. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menyampaikan tuntutan bagi keempat terdakwa perkara pemalsuan di Tamanrahayu, Kecamatan Setu. Jaksa Danang Yudha Prawira menggunakan fakta persidangan sebagai acuan dalam memberikan tuntutan.

Kepada wartawan, Danang mengatakan ada poin-poin yang meringankan tuntutan, dan ada pula yang memberatkan.

“Hal yang meringankan seperti mereka belum pernah dihukum, mereka mengakui kesalahan, mereka menyesali perbuatan mereka. Mereka juga yidak pernah mangkir dalam status tahanan kota,” ucap Danang, Kamis, 3 Juni 2021.

Kemudian, para terdawka belum menikmati hasil kejahatan lantaran akta ikrar wakaf dibatalkan Pengadilan Negeri Agama Cikarang, sehingga tanah tersebut masih sebagaimana klaim saksi pelapor Gunawan.

“Para terdakwa juga telah memberikan uang perdamaian kepada saksi Gunawan sebesar Rp600 juta. Itulah poin yang kami pertimbangkan dalam memberikan tuntutan. Jadi, kita mengacu pada fakta persidangan, baik yang memberatkan atau meringankan,” kata dia.

Jaksa menuntut kepada Abdul Wahid dan Rekan terbukti bersalah membuat surat palsu sesuai dengan Pasal 263 Ayat 1 juncto Pasal 55 dengan 8 bulan penjara dipotong masa penahanan yang dijalani.

Lihat juga: Warga Tamanrahayu ini tak bisa penuhi wasiat ibunya untuk dimakmkan di TPU Mbah Wardi

Para terdakwa juga dibebankan dengan biaya perkara sebesar Rp2.000 atas perkara 285/Pid.B/2020/PN Ckr terdakwa Abdul Wahid dan Ahmad Repai serta 286/Pid.B/2020/PN Ckr terdakwa Irfan Firmansyah dan Supri Adriana.

Sementara itu, Kuasa Hukum Abdul Wahid dan Rekan, Taufik Hidayat Nasution, menjelaskan akan mengajukan klemensi kepada hakim. Agenda penyampaian klemensi kepada hakim diagendakan pada Kamis pekan depan.

“Karena sudah ada perdamaian, akta ikrar wakaf juga sudah dibatalkan oleh Pengadilan Agama. Tim Kuasa hukum tidak akan tinggal diam,” kata dia.

“Sudah jelas perdamaian sudah terjadi, sudah terima uang Rp600 juta. Semua bukti tentang perdamaian sudah disampaikan. Sudah ada perjanjian damai yang ditanda tangani Saudara Gunawan dan Nanta,” demikian dia.

Uang Damai dan 4 Hal Lainnya Ringankan Abdul Wahid dan Rekan (2)
Salah seorang ahli waris Ontel bin Teran, Novi, menyampaikan komentar di PN Cikarang, Kamis, 3 Juni 2021. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)

Tanggapan kubu pelapor

salah satu keluarga ahli waris Ontel bin Teran, Novi, merasa tidak puas atas tuntutan jaksa yang dianggap ringan pada.

“Saya ingin hukuman yang seadil-adilnya karena kami masyarakat kecil, Tolonglah bantu kami yang merasa terinjak-injak dan dirugikan Lurah. Lurah harus mendapat hukuman setimpal,” spasi kata dia ada.

“Kami merasa dirugikan Saya ingin hukuman yang seberat-beratnya ada titik kami minta 5 tahun penjara,” kata dia mengakhiri.

Massa yang merasa kecewa atas tuntutan Jaksa tersebut mengungkapkan kekecewaannya di lingkungan Pengadilan Negeri Cikarang terdapat beberapa dari Mereka terlihat menggunakan topeng babi sebagai bentuk ketidakpuasan.

Mereka kemudian melanjutkan aksi ke Kantor Camat Setu. Puluhan massa memadati halaman kantor camat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *