Laporan Kasus Galian Ilegal di Desa Kertarahayu Sampai di Kementerian ESDM

  • Share
Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat, Wagub Jabar Segel Pertambangan Tanah di Desa Kertarahayu 1
(Ilutrasi) Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum melihat dua ekskavator yang digunakan pelaksana pertambangan untuk mengeruk tanah, Kamis, 16 Juli 2020. (Foto: Urbanjabar.com)

Urbanjabar.com, Kabupaten Bekasi – Kasus pertambangan tanah di Desa Kertarahayu telah sampai kepada pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Air dan Mineral (ESDM).

Hal itu secara resmi dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Barat lewat surat 1265/ES.09/Tambang tentang penyerahan penanganan pengaduan yang ditujukan epada Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kertarahayu, Dedi, mengatakan pihak desa menyambut baik hal tersebut.

“Kita berharap ada segera tindak lanjut dari Kementerian ESDM terkait praktik galian tanah ilegal yang sangat meresahkan warga dan merusak lingkungan ini,” ucap dia sewaktu dihubungi urbanjabar.com, Jumat, 4 Juni 2021.

Lanjut dia, pihaknya bersama warga juga tak pernah lelah dalam memerangi praktik ilegal yang berdampak ekologis dan geologis.

“Intinya, siapapun yang ingin menggali tanah di Kertarahayu harus menempuh perizinan yang sesuai. Kalau tidak punya izin, dan tidak dapat izin, jangan keruk desa kami,” katanya.

Pada 2020, warga bersama pemerintah desa dan BPD berhasil menghentikan praktik pertambangan tanah ilegal hingga mendatangkan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Setelah berbulan-bulan tidak beroperasi, para pengusaha pertambangan tanah ilegal kembali beraksi. Warga pun tdiak tingal diam dan percaya dapat menghentikan praktik perusakan lingkungan hidup itu.

“Warga berharap ada segera tindakan tegas kepada para pengusaha pertambangan ilegal yang merusak lingkungan desa,” demikian Dedi.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *