Setelah 30 Tahun, NASA Bakal Teliti Planet Venus

teliti planet venus (2)
Astronot NASA. (Foto: nasa.gov)

Urbanjabar.com – Badan antariksa dan ruang angkasa Amerika atau NASA akan kembali teliti Planet Venus setelah terakhir kali pada tahun 1989 Amerika Serikat memiliki misi Magellan untuk memetakan permukaan planet Venus dengan menggunakan aperture sintetis radar dan untuk mengukur gravitasi planet.

Selain Amerika, Eropa dan Jepang pun pernah mendarat di planet bintang kejora tersebut. Sejak saat itu para ilmuwan selalu mengamati planet tersebut.

Baru-baru ini NASA memiliki kabar gembira untuk para ilmuwan, yaitu planet Venus menjadi salah satu target planet yang dikunjungi untuk diteliti dalam program Discovery setelah 30 tahun tidak dikunjungi.

“Kedua misi ini bertujuan untuk memahami bagaimana planet Venus menjadi dunia yang begitu panas sehingga mampu melelehkan timah di permukaan. NASA akan menawarkan seluruh komunitas sains untuk  berkesempatan menyelidiki planet yang belum pernah kita kunjungi selama lebih dari 30 tahun, ” ungkap Bill Nelson selaku Administrator NASA dikutip dari National Geographic.

Ikuti kabar terbaru kami via medsos: Facebook, Twitter, Instagram

“Kami berharap misi ini akan membantu lebih jauh pemahaman kita tentang bagaimana bumi berevolusi dan mengapa saat ini dapat dihuni, ketika (planet berbatu) lain di tata surya kita tidak.”

Satu pesawat ruang angkasa, bernama DAVINCI+, akan teliti Planet Venus dari segi atmosfer beracun, seperti selubung tebal karbondioksida dan awan asam sulfat. Sedangkan, VERITAS, akan membuat peta detail permukaan planet dan mencoba merekonstruksi sejarah geologisnya.

Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya minat dalam misi yang dipimpin AS ke Venus, yang dianggap sebagai “planet yang terlupakan” oleh beberapa ilmuwan planet.

teliti planet venus
Citraan Venus yang diambil oleh NASA. (Foto: solarsystem.nasa.gov)

Ukuran dan massa planet Venus sangat mirip dengan Bumi. Namun planet Venus adalah planet yang sangat panas sehingga panasnya pun bisa mencapai 471⁰C sehingga belum layak dihuni.

“Kita memiliki planet seukuran Bumi tetapi tidak seperti Bumi, mengapa? Itu hal yang cukup penting untuk diketahui,” ujar, Paul Byrne ilmuwan planet di North Carolina State University.

“Kami memiliki beberapa pertanyaan yang cukup besar untuk dijawab mengenai pembentukan, karakteristik, dan evolusi dunia seukuran Bumi,” sambung dia.

Terlepas dari pengawasan, Venus memang memiliki misteri yang semakin dalam. Dia ntaranya mereka memiliki bukti yang berkembang untuk vulkanisme yang sedang berlangsung di permukaan planet Venus, meskipun faktanya Venus tidak memiliki jenis aktivitas tektonik. Ada juga deteksi kontroversial gas fosfin di atmosfer planet, yang bisa menjadi adanya tanda kehidupan.

Pada tahun 2030 kemungkinan, The Deep Atmosphere Venus Investigation of Noble gas, Chemistry, and Imaging, atau DAVINCI+, beberapa pesawat ruang angkasa itu akan mendarat di Venus. Mereka akan mengumpulkan sampel dan menyampaikan data yang akan membantu para ilmuwan memahami bagaimana ia berevolusi, dan apakah planet ini pernah memiliki lautan.

 

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *