House of One: Ketika Islam, Kristen dan Yahudi Ibadah di Gedung yang Sama

  • Share
house of one (3)
Di atas lahan inilah House of One akan berdiri. (Foto: dw.com)

Urbanjabar.com – Umat Muslim, Yahudi, dan Kristen akan dipersatukan untuk beribadah bersama dalam satu tempat ibadah inovatif yang disebut “House of One”, yang terletak di ibu kota Jerman yaitu Berlin.

Diberitakan oleh Le Figaro, peletakan batu pertama sudah dilakukan di Berlin dengan dihadiri seorang imam, pastur, dan rabbi.

Ketiga orang tersebut adalah Imam Kadir Sanci, Rabi Andreas Nachama, dan Pastor Gregor Hohberg.

Ketiganya sangat bersemangat untuk membicarakan impian mereka tentang persatuan dan juga berharap pemahaman tentang ketiga agama ini akan meningkat di masa depan.

Nantinya, sebuah masjid, sinagoge, dan gereja akan disatukan di Leipziger Strasse, yang merupakan tempat sejarah yang berada di daerah Berlin, dan bekas fondasi gereja abad ke-13.

Ketika didirikan, Presiden Bundestag dan mantan Menteri Urusan Ekonomi, Wolfgang Schäuble, menyebut tempat ini sebagai “tempat toleransi dan keterbukaan”, terbuka terhadap perspektif spiritual lain dengan rasa hormat yang sama.

Surat kabar mingguan Die Zeit menggambarkan tempat ini sebagai “proyek pembangunan gereja paling spektakuler” di Jerman.

Rabi Andreas Nachama, yang sebelumnya bekerja sebagai pendeta untuk pasukan AS yang ditempatkan di Berlin, mengatakan bahwa proyek tersebut muncul dari dialog bertahun-tahun antara ketiga pria tersebut.

house of one
Pastor Gregor Hohberg, Rabi Andreas Nachama, dan Imam Kadir Sanci. (Foto: thelocal.de)

Imam Kadir Sanci, sosok yang akan menjadi imam di House of One, mengatakan kepada media Jerman bahwa dia sangat senang umat Islam di kota itu akhirnya dapat menemukan tempat ibadah di pusat kota dan bukan di tempat yang kurang terkenal seperti yang diperkiraan mayoritas dari 800 masjid di Jerman.

Jangan ketinggalan like page FB kita: Urbanjabar

Imam Kadir Sanci, juga menambahkan proyek ini adalah simbol penting di tengah konflik Israel-Palestina yang terjadi pada Mei 2021.

house of one (2)
Bakal bangunan House o One. (Foto: house-of-one.org)

Heinrich Bedford-Strohm, ketua Dewan Gereja Evangelis di Jerman, mengatakan bahwa gedung tersebut mengirimkan sinyal penting “pada saat antisemitisme dan Islamofobia meningkat,” katanya.

Proyek ini akan dimulai pada musim gugur ini dan diperkirakan akan berlangsung selama empat tahun dan memakan biaya sebesar 47 juta euro atau setara dengan Rp 818,5 miliar.

Gimana nih menurut Urbaners, kira-kira kalau di Indonesia, bangunan dengan fungsi serupa bakal ada gak, ya?

Editor: Mas Adam
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *