Perjalanan Hidup Malala Yousafzai dan Perjuangannya Bagi Pendidikan Perempuan

Perjalanan Hidup Malala Yousafzai (2)
Malala Yousafzai. (Foto: un.org)

Urbanjabar.com – Perjalanan hidup Malala Yousafzai dimulai ketika dia lahir ke dunia pada 12 Juli 1997 di Mingora, kota terbesar di Swat Valley, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.

Sejak berusia 11 tahun, Malala telah menjadi sosok yang sangat peduli akan pendidikan, khususnya bagi perempuan.

Kehidupan awal Malala sangat menyenangkan karena tempat tinggalnya merupakan destinasi wisata yang populer dan terkenal dengan festival musim panasnya.

Tetapi semuanya berubah ketika dia menginjak usia 14 tahun, Malala ditembak di kepala oleh militan Taliban setelah dirinya mencoba melawan diskriminasi terhadap pendidikan bagi perempuan.

Namun, perjalanan hidup dan semangat Malala Yousafzai terhadap pendidikan bagi perempuan tidak sampai disitu saja.

Follow juga Facebook dan Instagram kita

Seiring berjalannya waktu, Malala tumbuh menjadi gadis yang cerdas, dan dia merupakan lulusan dari Universitas Oxford dengan predikat honours (sangat baik) dalam bidang Filsafat, Politik dan Ekonomi.

Setelah lulus kuliah, Malala memutuskan untuk menjadi produser televisi dan membuat acara sendiri. Bagi Malala, televisi merupakan media yang baik untuk melanjutkan perjuangan pendidikan dan hak-hak perempuan.

Kini Malala sudah berusia 23 tahun dan menjadi bintang sampul majalah Vogue Inggris untuk edisi Juli 2021.

Di sampul majalah Vogue, Malala masih identik dengan kerudungnya. Menurutnya, kerudung merupakan simbol budaya bagi suku Pashtun, kelompok etnis mayoritas Muslim Sunni, Pakistan, di mana tempat tersebut adalah tempat asal Malala.

Perjalanan Hidup Malala Yousafzai
Malala Yousafzai. (Foto: nbcnews.com)

Mengutip dari Vogue, Malala mengatakan bahwa ketika kita mengenakan pakaian tradisional kita, gadis muslim, gadis Pashtun, atau gadis Pakistan, kita dianggap tertindas, atau tidak bersuara, atau hidup di bawah patriarki.

“Saya ingin memberi tahu bahwa semua orang dapat memiliki suara sendiri, dan anda dapat memiliki kesetaraan dalam budaya Anda,” ucap dia.

Baca juga: Jatuh bangun Johnny Andrean bangun bisnisnya

Sebagai aktivis pendidikan dan peraih Nobel Perdamaian termuda di dunia, Malala juga mengungkapkan bahwa dirinya tahu kekuatan yang dibawa oleh seorang gadis terletak di hatinya ketika dia memiliki visi dan misi, dan saya berharap semua gadis yang melihat sampul Vogue ini akan tahu bahwa dia dapat mengubah dunia.

Alhasil Malala dibanjiri dukungan internasional, hingga merilis Malala Fund untuk membantu anak perempuan di seluruh dunia agar mendapatkan pendidikan.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *