Kisah Sukses Arifin Panigoro, Pernah Jadi Kasir dan Diremehkan Orang

  • Share
Kisah Sukses Arifin Panigoro
Arifin Panigoro. (Foto: viva.co.id)

Urbanjabar.com – Arifin Panigoro dikenal sebagai salah satu orang sukses di Indonesia. Pria kelahiran Bandung 14 Maret 1945 dan merupakan anak sulung dari 11 bersaudara. Bagaimana kisah sukses Arifin Panigoro dalam membangun bisnis migasnya?

Perusahaan besutan Arifin, PT Medco Energi Internasional, bergerak dalam industri energi, khususnya minyak, gas bumi, dan pertambangan tembaga.

Namanya pernah tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes dalam urutan ke-45 dengan total kekayaan mencapai $670 AS atau setara dengan Rp9,8 Triliun pada 2019.

Pria yang kerap dipanggil Pipin tersebut sekarang sudah menginjak usia 73 tahun. Perusahaannya sukses menjadi salah satu perusahaan minyak swasta nasional terbesar di Indonesia.

Semua itu didapatkan tidak mudah adanya perjuangan dan kerja keras. Pipin lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang pedagang gula, kebutuhan dapur dan kopiah.

Mari kita simak bagaimana kisah sukses Arifin Panigoro bermula

Pipin sebagai anak sulung harus menanggung beban karena ayahnya mengalami kerugian besar dan hutang yang menumpuk.

Keluarganya harus terpaksa menjual rumah untuk melunasi hutang, agar dapat bertahan hidup ayahnya membangun usaha lain.

Pipin pun membantu sang ayah bekerja menjadi tukang kasir di luar jam sekolah. Disinilah awal ia mengenal dagang.

Pipin berkuliah di Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung, sambil kuliah ia memanfaatkan skill yang dimiliki untuk mencari penghasilan tambahan dengan menawarkan instalasi listrik dari pintu ke pintu.

Dengan keberanian dan kemampuannya ia melihat adanya peluang, ia lantas mengumpulkan teman-temannya sesama alumni kampus untuk membangun perusahaan minyak.

Tak jarang yang meragukan Pipin untuk membangun bisnis karena minimnya pengalaman. Kemudian Pipin dan temannya mendapat proyek pengeboran gas di Sumatera Selatan.

Pada saat itu yang melakukan proyek adalah perusahaan asing maka pemerintah ingin adanya pengusaha lokal ikut ambil bagian dan perusahaan Pipin direkomendasikan.

Jangan lupa follow Twitter, Facebook, dan Instagram kita

Sempat diremehkan karena dianggap tidak sanggup, Pipin menjadi geram dan nekat mengambil alih proyek sendirian.

Namun, Pipin dan timnya sempat kewalahan karena tidak punya rig untuk mengebor minyak. Akhirnya segala cara cerdas dilakukan Pipin dengan budget pas-pasan bermodalkan 1 rig dan kantor sempit perusahaannya dapat memenangkan tender demi tender.

Salah satu pencapaian terbesar Medco ialah membeli Stanvac, perusahaan minyak tertua di Indonesia yang kini milik Medco sepenuhnya. Dengan adanya keberanian, keberuntungan dan peluang yang dimiliki Arifin dapat mencapai titik ini.

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *