Masyarakat Sulit Makamkan Jenazah di TPU Mbah Wardi, Katar Desa Tamanrahayu Surati DPRD

  • Share
Sulit Makamkan Jenazah di TPU Mbah Wardi, Katar Desa Tamanrahayu Surati DPRD
(ki-ka) Sekretaris Katar Tamanrahayu Ahmad Yunus, Ketua Katar Setu, Acep Juandi, dan Ketua Katar Tamanrahayu Emin Suryana. (Foto: Kontributor Urbanjabar.com)

Urbanjabar.com – Karang Taruna Desa Desa Tamanrahayu, Kecamatan Setu, menyurati DPRD Kabupaten Bekasi terkait konflik pemakaman di TPU Mbah Wardi yan g mengaki atka warga kesulitan menguburkan jenazah di tempat itu

“Kami meminta pemerintah dan DPRD Kabupaten Bekasi untuk bisa hadir menyelesaikan permasalahan pemakaman Mbah Wardi,” kata Emin ditemani di DPRD Kabupaten Bekasi, Rabu (14/7/2021).

Saat ini di Pemakaman Mbah Wardi ada seorang bernama Gunawan sebagai ahli waris Ontel Bin Teran yang mengklaim tanah makam itu dengan hanya bermodal letter c dan SPOP 1987.

Alhasil, setiap warga ingin memakamkan di pemakamam Mbah Wardi tidak diperbolehkan oleh Gunawan dan kerap terjadi konflik sosial.

“Memang itu dahulu pemakaman dan sebelumnya memang tidak ada konflik,” ujar pria yang akrab disapa Jibril ini

Ia meminta DPRD Kabupaten Bekasi dapat mendengar aspirasi ini, pasalnya masyarakat membutuhkan kejelasan status makam di TPU Mbah Wardi.

“Kami meminta DPRD, pemerintah dan dinas terkait lebih tegas hadir biar tidak terjadi konflik dan tidak ada warga yang tidak bisa memakamkan di lahan TPU,” ucap dia.

Berita Selengkapnya Mengenai TPU Mbah Wardi

DPRD diharapkan dikatakan dia dapat menghadirkan Dinas terkait, BPN, Pemerintah Desa Tamanrahayu dan Gunawan yang mengklaim sebagai ahli waris tanah makam itu

Sebelumnya Tokoh Masyarakat Desa Tamanrahayu, Iyan Tjakra Binekas, menegaskan TPU itu sudah ada pada tahun 1935 ketika kakeknya yang bernama Saim bin Jasimin diangkat menjadi mandor oleh pemerintah saat itu.

“Itu (tahun 1935, Red) sudah jadi makam. Kakek Aki meninggal tahun 1942, dimakamkan di TPU Mbah Wardi, berdekatan dengan makam Mbah Wardi,” ucap dia.

Pelarang permakaman di TPU itu, kata pria yang disakrab Ki Iyan ini, berlangsung sejak 1 Januari 2020.

Itulah saat ketika warga selalu mendapat penolakan dari pengklaim lahan TPU seluas 11 ribu meter persegi tersebut. Ia mengatakan Letter c dan SPOP yang dimiliki Gunawan diduga kuat palsu.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *